Dibilang ganteng atau cantik, apa responmu?


Mari-mari isi poling dulu Dibilang ganteng dan cantik, apa responmu?

Kita pasti pernah mengalaminya, tak sengaja kita memakai gadget terbaru, tiba-tiba saudara kita berkata “handphonenya bagus ya..?!”. Atau tanpa sengaja kita memakai pakaian baru, tiba-tiba saudari yang lain berkata “Gaya banget, mau kemana ganteng gitu?!”. Untuk yang perempuan, mungkin tanpa sengaja dan bermaksud apa-apa memakai aksesoris baru atau pakaian baru juga, dan saudarinya menyapa “wah cantik sekali, bros nya lucu ih (bahasa wanita, artinya : bagus)”

Kalau mengalami kejadian seperti itu, apa respon kita? Apa yang akan kita katakan sebagai balasan dari pujian saudara kita? Ini hasil survey saya lakukan, mungkin beberapa dari kita juga sering melakukannya.

kasus handphone [kondisi biasa] : “iya”
kasus ganteng [kondisi biasa] : “iya gitu?!” *alhamdulillah ya allah, akhirnya ada yang bilang saya ganteng, ahahha (sujud syukur)  / ( _   _ ) \
kasus cantik [kondisi biasa] : “terima kasih”

kasus handphone [kondisi iman lagi oke] : “iya nih, handphone titipan”, itu kalau pertanyaannya berhenti disini, cuma kalau ditanya lagi titipan siapa, baru dijawab : “titipan orang tua” atau “titipan Allah :D”
kasus ganteng [godaan disekitar lagi dikit nih] : “yoi bro, rosul selalu diceritakan ganteng dan rapi”
kasus cantik [kondisi iman juga oke] : ” :) ” *cuma senyum doang

coboy junior

kasus handphone [kondisi lagi ngejunjak minta di tabok] : “iya nih, kemaren gue tanya, ini handphone paling mahal disana bla bla bla..” *selanjutnya cuma terlihat orang cuap-cuap tanpa suara, enak kali ya kalo kita tabok rame-rame.
kasus ganteng [yang ini minta dihajar] : “iya nih bro, gue mau jalan dulu sama si X” * padahal si doi statusnya sedang sama si Y, mau selingkuh kali ya
kasus cantik [shock] : “cantik apaan dah?!! щ ( º Д ºщ )” *kebetulan ada orang yang mungkin rabun yang bilang saya cantik \ ( ˚ _˚ ! ! ) /

Kembali lagi kedunia nyata.
bagaimana seharusnya kita menyikapi hal ini? respon kita seharusnya seperti apa? yang  benar, tidak menyakiti hati orang lain, nggak di tabok, dan pastinya dapat pahala.

Beberapa hal yang pernah saya pelajari, menurut saya yang paling memungkinkan adalah bersyukur, seperti di grup kedua dalam contoh kasus diatas. Tapi kalau hanya bersumber dari pengetahuan saya tentu belum cukup. Kemudian saya teringat doa saat bercermin. Buat temen-temen yang lupa mungkin seperti ini bunyinya :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ ، اَللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِيْ

Segala puji bagi Allah, Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah rupaku maka perindahlah pula akhlakku.

Dari doa itu saya berkesimpulan jawaban yang paling memungkinkan untuk kita lakukan saat kita dipuji seperti diatas adalah :

“Alhamdulillah, semoga Allah juga memperindah Akhlak-ku juga

Setelah baca-baca lagi, ternyata eh ternyata, saya ketemu artikel voa-islam. Disini dikatakan, ternyata kalau hadist tentang doa bercermin sebelumnya adalah hadist dha’if jiddan (bahasa arab, artinya : hadist palsu dan lemah, kapan-kapan kita belajar lagi tentang hadist ya ƪ ( ˘ ⌣ ˘ ) ┐   ƪ ( ˘ ⌣ ˘ ) ʃ   ┌ ( ˘ ⌣ ˘ ) ʃ .
Walaupun maksudnya baik dan kalau di implementasikan sebenarnya kita mengingat Allah. Tetapi demi kemurnian sabda rasul, hadist harus diklasifikasikan berdasarkan isnadnya.
Tetapi ada hadist yang sahih dengan konteks yang lebih umum, tidak hanya untuk kasus bercermin, yaitu :

اللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنْ خُلُقِي

Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah rupaku maka perindahlah pula akhlakku.” (HR. Ahmad IV/68, 155 dengan isnad shahih. Al-Haitsami berkata dalam Al-Majma’, bahwa hadits tersebut diriwayatkan Imam Ahmad dan perawi-perawinya adalah perawi-perawi yang shahih. Dinukil dari komentar Syaikh al-Albani dalam al-Irwa’.)

KESIMPULAN
dari artikel rujukan diatas

  1. Tentang doa pertama, kalau kita berdoa dengan doa ini dan beranggapan ini adalah hadist yang benar, maka itu salah
  2. Solusinya adalah pakai doa kedua, karena isnad hadistnya sahih. Itupun konteksnya tidak hanya bercermin tetapi konteksnya umum.
  3. Tentang postingan ini, menurut saya, saat kita dipuji maka kita bisa mengimplemtasikan doa kedua, disamping hadisnya sahih, konteksnyapun umum.
  4. Ada yang punya pendapat lain? atau kalau ada yang salah dari yang saya tulils silahkan dikoreksi \ ( • ˆ ⌣ˆ • ) /

Yang belum isi poling, yuk mari diisi Dibilang ganteng dan cantik, apa responmu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s