Water Sport di Pantai Carocok

Untuk teman-teman yang pernah ke Pangandaran atau Pahawang, Anyer, dsb, pasti tergoda dengan water sport yang di tawarkan disana. Sekedar banana boat yang santai, atau ikut jumper boat yang memacu adrenaline bisa menjadi pilihan yang takut-takut tapi menarik untuk dicoba.

Sedikit oleh-oleh dari mudik tahun ini adalah, ditraktir Makwo water sport di Pantai Carocok.


Pantai Carocok terletak dibarat Kota Painan, kira-kira 2 km dari Pasar Painan.

Pantai Carocok sangat terkenal di Sumatera Barat. Keindahannya tidak kalah dari pantai di Bali. Terlebih lagi, beberapa waktu lalu ada investasi besar-besaran dari pemerintah untuk pengembangan pantai ini. Jadi banyak fasilitas pariwisata yang bisa memanjakan pengunjung.

552e005a0423bd3d398b4568

Di Pantai Carocok, kita bisa langsung melihat dua pulau.

Pulau pertama adalah Pulau Batu Kareta, pulau ini adalah pulau batu karang yang tersambung jembatan langsung ke pantai carocok. Kita bisa berjalan untuk menuju pulau ini.

Dulu Pulau Batu Kareta bisa dicapai berjalan kaki kalau air laut sedang surut.

Oh iya, untuk yang malas berjalan melalui jembatan, bisa langsung mencoba flying fox dari Pulau Batu Kareta ke Pantai Carocok. Pengalaman menyebrang pulau dengan flying fox akan jadi jenis angkutan yang menarik untuk dicoba.

Satu pulau lagi bernama Pulau Cingkuak. Sekitar 200 meter dari Pantai carocok. Untuk mencapai Pulau Cingkuak kita bisa menggunakan jasa tukang perahu di dermaga.

Pulau Cingkuak adalah pulau bersejarah, ada bekas Reruntuhan Benteng Portugis. Katanya Portugis pertama kali menjejakan kakinya di Pesisir Pulau Sumatera, di Pulau Cingkuak ini.

Pulau Cingkuak berpasir putih dan berair sangat bersih. Berbagai kegiatan dapat dilakukan di pulau cingkuak ini mulai dari mandi air laut, memancing dan water sport seperti snorkling, banana boat, big mable boat, ufo boat, jumper boat sampai jet ski.

Selamat berkunjung.

source

Gunung Kaba, pemandangan 1.938 mdpl

Mudik kali ini, alhamdulillah bisa pulang kerumah lagi. Ada banyak hal yang menyenangkan untuk kembali ke rumah. Tentu mama, papa dan dila, lingkungan rumah yang sangat sejuk dan menyenangkan. Baru sadar rumah ini lebih pantas disebut villa ketimbang rumah, kiri kanan rumah masih hijau. Ada pemandangan gunung di depan rumah, Gunung Kaba.

IMG_0578 copy

Kamis, 23 juli 2015. Akhirnya bisa summit juga di Gunung Kaba.

Sebenarnya sudah dari dua tahun lalu ingin sampai puncak. Sebelumnya menggunakan motor bersama Putra melalui jalan aspal. Waktu itu masih shaum ramadhan. Setelah lebih banyak mendorong motor dari pada mengendarainya karena motor tidak kuat menanjak. Akhirnya terpaksa untuk turun kembali karena jalan yang putus.

Kali ini kami memutuskan untuk naik dengan jalan keatas. Motor ditinggalkan di pos registrasi dibawah. Biaya administrasi perorang adalah Rp.5.000 dan biaya parkir motor Rp.5.000.

Karena tidak mau repot menghapal jalur pendakian, akhirnya kami menyusuri jalur aspal menuju puncak. Menurut pendapat beberapa teman butuh waktu 2 jam untuk mencapai puncak.

Satu jam pendakian ternyata kami sudah sampai puncak. Jalan yang putus sebelumnya juga sudah di perbaiki. Yang paling mengejutkan ternyata ada ojek diatas. Dengan biaya Rp.120.000 kita bisa naik ojek pulang pergi menuju puncak Kaba. Walaupun naik ojek di beberapa bagian jalur kita juga harus turun dari motor karena terlalu terjal.

IMG_0201 copy

IMG_0561 copy

IMG_0197 copy

Sekilas tentang Gunung Kaba.

Gunung Kaba adalah gunung berapi yang terletak di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Dari Kota Curup, gunung ini berada di sebelah tenggara dengan jarak sekitar 15 km.

Gunung dengan ketinggian 1.938 mdpl ini punya dua jalur pendakian untuk mencapai puncak. Jalur pertama adalah jalan setapak menyuguhkan pemandangan hutan lebat yang penuh semak belukar dengan jurang di kanan-kirinya. Sedang jalur yang lain telah dikeraskan dengan menggunakan aspal.

source : wiki

Air Mata Terakhir Bunda

“jadi orang tuh harus gampang sabar dan gampang sukur”

TIDAK ADA ANAK IBU YANG MENJADI PENCURI!!”

“Doa ibu adalah segala hal bagi anak-anaknya. Ibu adalah tuhan kecil dengan ketulusan cintanya. Dia tak pernah mengharapkan balasan apa-apa dari anak-anaknya. Baginya tugasnya hanyalah memberi dan memberi. Mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, membesarkan hingga menghantarkan anaknya menjadi manusia yang berguna adalah kewajiban dari cinta yang Tuhan titipkan padanya ”

“Ibu tidak pernah menangis di depan kami, kalaupun ingin menangis, ibu hanya menggigit bibirnya kuat-kuat hingga berdarah, agar tangisnya tak terdengar oleh kami, anak-anak yang selalu dikuatkan dengan kata-kata…”

“jangan pernah menjual kesedihan dan tangismu hanya untuk masa depan, karena masa depan adalah rancangan, kehidupan adalah sekarang, hadapi!”

Sepertinya baru kemarin dimarahinya, dan persis sama semua kata-kata dan kenakalannya.

Pulau Tidung, Kepulauan Seribu

Tanggal 16 dan 17 februari 2013 kemarin saya liburan ke Pulau Tidung bersama teman-teman Data Mining Center, sebuah pulau yang berada di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta.

IMG_1424

Perjalanan dari kampus pukul 01.30 menggunakan bis, beberapa kali kami menjemput beberapa teman yang berdomisili di Jakarta. Sampai di Muara Angke sekitar pukul 05.30, dengan sebelumnya sholat subuh terlebih dahulu di pom bensin di dekat Muara Angke.

Perjalan dari Muara Angke ke Pulau Tidung sangat dahsyat, kami harus melewati badai. Setengah perjalanan adalah badai, petir di kiri kanan kapal, ombak yang tinggi dan air yang masuk kedalam kapal. Beberapa teman-teman juga mabuk laut jadinya. stagfirullahaladzim, walaupun bisa berenang tapi jarak ke daratan terdekat sekitar 10 Km, bisa ngambang duluan sebelum sampai daratan.

Tetapi sepertinya kapten kapalnya memang mantab, badai bisa dilewati walau beberapa barang kebasahan karena air masuk.

Sesampai di Pulau tidung kita langsung kepenginapan, makan siang dan istirahat sampai pukul 13.00. Pukul 13.00 kita snorkling ke sebuah perairan di dekat Pulau Tidung. Seperti biasa ahkam sudah mabuk laut lagi.

IMG_7229 IMG_1613

Sesampai di spot snorkling kita langsung nyebur. Seperti korban kapal karam kita berenang-renang kesana kemari. Photo-photo bawah air dengan guide (walaupun hasilnya mengecewakan). Salto dan lompat dari atas kapal.

Puas snorkling kita kembali ke penginapan. Kali ini ombaknya tinggi lagi, beberapa teman yang berada di belakang kapal sudah tepar semua, mabuk laut lagi. Kontras, beberapa teman yang berada di depan kapal malah menikmati ombak dan ayunan gelombang yang membuat kapal seperti mau karam (entah mereka suka olahraga adrenalin atau memang tidak tahu apa yang mereka hadapi, dan mayoritas yang perempuannya lagi).

IMG_1582

Sesampai di penginapan kita istirahat sampai magrib. Setelah men-jamak magrib dengan Isya kita makan malam. Seharusnya kita langsung BBQ-an lagi tapi, BBQ nya telat datangnya. Alhasil yang laki-laki main kartu dan bernyanyi di ruangannya.

BBQ datang, kita mulai memanggang seafoodnya. Selesai itu kita langsung makan bersama. Sambil makan diumumkan award anggota DMC ter-, juara umumnya ahkam. Kalau ada yang penasaran silahkan tanya sama orangnya langsung bagaimana tips n triknya.

Tidur pukul 00.00, besok paginya semua terbangun 06.00. Sepertinya semuanya kecapean dengan jadwal yang padat. Selesai subuh kita langsung main ke pantai. Sampai jam 09.30 kita jalan-jalan ke pulau todung kecil, main watersport, loncat dari jembatan cinta, ketemu penyu, dan photo-photo (dokumentasi ada di facebook saya).

IMG_1756 IMG_1789

Berhubung saya pegang kamera, saya menjadi photographer dadakan disini.

Sebelum pulang kita belanja otak-otak disini, setelah ditanya harganya Rp.2.500 perbuah, What??

Pukul 09.30 kita pulang kepenginapan, beres-beres, makan siang. Kita langsung ke pelabuhan, antri dan desak-desakan untuk masuk kepelabuhan.

Perjalanan pulang tidak se-ektreem perjalanan perginya. Lautnya tenang.

Sesampai di Muara Angke, kita sudah dijemput bis. Kita langsung menuju kota tua untuk jamak sholat dzuhur ashar. Photo-photo dan  kemudian pulang. Oya, ternyata di kota tua ada yang jual otak-otak dan harganya Rp. 5000 untuk 7 potong. What??

IMG_2369

Sholat jamak lagi magrib isya di rest area dan kita langsung pulang.

Motivasi

Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya “Why Asians Are Less Creative Than Westerners” (2001) yang dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi best seller (www.idearesort.com/trainers) mengemukakan beberapa hal tentang bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran banyak orang:

  1. Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta thdp sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang utk memiliki kekayaan banyak.
  2. Bagi orang Asia, banyaknya kekayaan yg dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditolerir diterima sebagai sesuatu yang wajar.
  3. Bagi orang Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis “kunci jawaban” bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT dll semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus2 Imu pasti dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.
  4. Karena berbasis hafalan, murid2 di sekolah di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi “Jack of all trades, but master of none” (tahu sedikit sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apapun).
  5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dalam Olympiade Fisika, dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada org Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yg berbasis inovasi dan kreativitas.
  6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibat- nya sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.
  7. Bagi keanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah
  8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau
    workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir peserta mengerumuni guru / narasumber untuk minta penjelasan tambahan.

Di dalam bukunya Prof.Ng Aik Kwang menawarkan beberapa solusi sbb:

  1. Hargai proses. Hargailah orang karena pengabdiannya bukan karena kekayaannya.
  2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya
  3. Jangan jejali murid dengan banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihapalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar2 dikuasainya
  4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yg lebih cepat menghasilkan uang
  5. Dasar kreativitas adlh rasa penasaran berani ambil resiko. AYO BERTANYA!
  6. Guru adalah fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui dengan bangga kalau KITA TIDAK TAHU!
  7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan..sebagai orang tua kita bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan mensupportnya.
    Mudah-mudahan dengan begitu, kita bisa memiliki anak-anak dan cucu yang kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi tanpa korupsi.

copas dari : Sumber