Pulau Tidung, Kepulauan Seribu

Tanggal 16 dan 17 februari 2013 kemarin saya liburan ke Pulau Tidung bersama teman-teman Data Mining Center, sebuah pulau yang berada di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta.

IMG_1424

Perjalanan dari kampus pukul 01.30 menggunakan bis, beberapa kali kami menjemput beberapa teman yang berdomisili di Jakarta. Sampai di Muara Angke sekitar pukul 05.30, dengan sebelumnya sholat subuh terlebih dahulu di pom bensin di dekat Muara Angke.

Perjalan dari Muara Angke ke Pulau Tidung sangat dahsyat, kami harus melewati badai. Setengah perjalanan adalah badai, petir di kiri kanan kapal, ombak yang tinggi dan air yang masuk kedalam kapal. Beberapa teman-teman juga mabuk laut jadinya. stagfirullahaladzim, walaupun bisa berenang tapi jarak ke daratan terdekat sekitar 10 Km, bisa ngambang duluan sebelum sampai daratan.

Tetapi sepertinya kapten kapalnya memang mantab, badai bisa dilewati walau beberapa barang kebasahan karena air masuk.

Sesampai di Pulau tidung kita langsung kepenginapan, makan siang dan istirahat sampai pukul 13.00. Pukul 13.00 kita snorkling ke sebuah perairan di dekat Pulau Tidung. Seperti biasa ahkam sudah mabuk laut lagi.

IMG_7229 IMG_1613

Sesampai di spot snorkling kita langsung nyebur. Seperti korban kapal karam kita berenang-renang kesana kemari. Photo-photo bawah air dengan guide (walaupun hasilnya mengecewakan). Salto dan lompat dari atas kapal.

Puas snorkling kita kembali ke penginapan. Kali ini ombaknya tinggi lagi, beberapa teman yang berada di belakang kapal sudah tepar semua, mabuk laut lagi. Kontras, beberapa teman yang berada di depan kapal malah menikmati ombak dan ayunan gelombang yang membuat kapal seperti mau karam (entah mereka suka olahraga adrenalin atau memang tidak tahu apa yang mereka hadapi, dan mayoritas yang perempuannya lagi).

IMG_1582

Sesampai di penginapan kita istirahat sampai magrib. Setelah men-jamak magrib dengan Isya kita makan malam. Seharusnya kita langsung BBQ-an lagi tapi, BBQ nya telat datangnya. Alhasil yang laki-laki main kartu dan bernyanyi di ruangannya.

BBQ datang, kita mulai memanggang seafoodnya. Selesai itu kita langsung makan bersama. Sambil makan diumumkan award anggota DMC ter-, juara umumnya ahkam. Kalau ada yang penasaran silahkan tanya sama orangnya langsung bagaimana tips n triknya.

Tidur pukul 00.00, besok paginya semua terbangun 06.00. Sepertinya semuanya kecapean dengan jadwal yang padat. Selesai subuh kita langsung main ke pantai. Sampai jam 09.30 kita jalan-jalan ke pulau todung kecil, main watersport, loncat dari jembatan cinta, ketemu penyu, dan photo-photo (dokumentasi ada di facebook saya).

IMG_1756 IMG_1789

Berhubung saya pegang kamera, saya menjadi photographer dadakan disini.

Sebelum pulang kita belanja otak-otak disini, setelah ditanya harganya Rp.2.500 perbuah, What??

Pukul 09.30 kita pulang kepenginapan, beres-beres, makan siang. Kita langsung ke pelabuhan, antri dan desak-desakan untuk masuk kepelabuhan.

Perjalanan pulang tidak se-ektreem perjalanan perginya. Lautnya tenang.

Sesampai di Muara Angke, kita sudah dijemput bis. Kita langsung menuju kota tua untuk jamak sholat dzuhur ashar. Photo-photo dan  kemudian pulang. Oya, ternyata di kota tua ada yang jual otak-otak dan harganya Rp. 5000 untuk 7 potong. What??

IMG_2369

Sholat jamak lagi magrib isya di rest area dan kita langsung pulang.

Advertisements

Motivasi

Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya “Why Asians Are Less Creative Than Westerners” (2001) yang dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi best seller (www.idearesort.com/trainers) mengemukakan beberapa hal tentang bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran banyak orang:

  1. Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta thdp sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang utk memiliki kekayaan banyak.
  2. Bagi orang Asia, banyaknya kekayaan yg dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditolerir diterima sebagai sesuatu yang wajar.
  3. Bagi orang Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis “kunci jawaban” bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT dll semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus2 Imu pasti dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.
  4. Karena berbasis hafalan, murid2 di sekolah di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi “Jack of all trades, but master of none” (tahu sedikit sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apapun).
  5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dalam Olympiade Fisika, dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada org Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yg berbasis inovasi dan kreativitas.
  6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibat- nya sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.
  7. Bagi keanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah
  8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau
    workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir peserta mengerumuni guru / narasumber untuk minta penjelasan tambahan.

Di dalam bukunya Prof.Ng Aik Kwang menawarkan beberapa solusi sbb:

  1. Hargai proses. Hargailah orang karena pengabdiannya bukan karena kekayaannya.
  2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya
  3. Jangan jejali murid dengan banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihapalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar2 dikuasainya
  4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yg lebih cepat menghasilkan uang
  5. Dasar kreativitas adlh rasa penasaran berani ambil resiko. AYO BERTANYA!
  6. Guru adalah fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui dengan bangga kalau KITA TIDAK TAHU!
  7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan..sebagai orang tua kita bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan mensupportnya.
    Mudah-mudahan dengan begitu, kita bisa memiliki anak-anak dan cucu yang kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi tanpa korupsi.

copas dari : Sumber